Hari ini adalah hari Jumat, yang merupakan raja nya Hari menurut Islam, untuk sejarahnya saya belum tahu pasti kenapa disebut sebagai rajanya Hari, tapi yang pasti Hari Jumat ada satu kegiatan wajib bagi kaum Adam untuk shalat Jum'at berjamaah di Mesjid, jika dipikir secara logika, kenapa harus ada shalat Jum'at dan apa asal-usulnya saya belum punya ilmunya, tapi menurut saya Allah mengajarkan kita untuk setidaknya instropeksi diri setiap minggu, yaitu dalam hari Jum'at.
Dikarenakan hujan yang tak kunjung berhenti mengguyur tempat saya sekarang berada, membuat mesjid yang saya datangi untuk shalat Jum'at berjamaah pun menjadi sepi, terlebih dengan kondisi mesjid yang sedang dalam tahap renovasi dan hanya sebagian mesjid saja yang dapat digunakan sebagai tempat ibadah dan juga kondisi jalan menuju mesjid yang banjir disana mungkin sedikit menghalangi kenginan para jamaah untuk bisa hadir shalat Jum'at ini.
Ilmu agama saya masih sangat rendah, tapi ada dalam hati kecil saya untuk bisa menggali lagi mengenai ilmu agama, coretan kecil ini hanya lah sedikit pemikiran saya, yang mau saya tuangkan kedalam sebuah tulisan. Ya ! pikiran saya yang selalu memikirkan hal-hal yang ingin diperbuat, akan tetapi sayang, anggota badan saya tidak dapat digerakkan untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh sang otak ini.
Tulisan saya tidak akan ada akhirnya, dan mungkin tidak akan ada jalur nya, selalu acak dalam setiap penulisan, karena sekali lagi yang saya tulis ini hanyalah apa yang sedang dalam pikiran saya.
Sedikit mengutip apa yang dikatakan oleh khatib dalam shalat Jum'at yang saya datangi, beliau ustadz "saya lupa namanya" mengatakan bahwa jalan hidup manusia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu
1. lahir dengan iman dan mati dengan iman
2. lahir dengan iman tapi mati dengan kafir
3. lahir dengan kafir dan mati dengan kafir
4. lahir dengan kafir dan mati dengan iman
itulah yang dikatakan oleh khatib, dan beliau memberikan peringatan, apakah yang lahir dengan iman "yang beragama Islam" bisa mempertahankan imannya hingga akhir hayatnya ?
itu menjadi pikiran saya saat ini,
Untuk saat ini, saya lahir dengan keadaan iman, karena kedua orang tua saya adalah Muslim, begitu pula dengan keluarga besar saya semuanya adalah muslim, tetapi perjalanan hidup saya masih dalam ambang iman dan kafir.
Tetapi sedikit celotehan dalam pikiran saya, Apakah yang dimaksud dengan Iman dan Kafir itu, apakah itu nama lain dari Baik dan Jahat, dan apakah itu bisa dikatakan oleh pendapat orang-orang, siapa yang bisa menilai kita sebagai orang yang beriman atau kafir ?, ya hati kecil saya masih mengatakan bahwa hanya Allah SWT lah yang bisa memberikan pendapat itu, saya istigfar ya Allah atas pemikiran saya ini, tapi mungkin ini yang harus saya cari tahu sebelum mengakhiri hidup saya dengan iman atau kafir.
Kembali ke pemikiran saya saat mendengarkan ceramah dari khatib Jum'at, saya sedikit memikirkan bagaimana tentang nasib orang lain, Ya ! nasib orang yang terlahir dan hidup dalam lingkungan kafir ? apakah yang menjadi cerita dalam hidup ini, apakah mereka bisa keluar dari kekafiran menuju keimanan ?
Saya teringat dengan ceramah yang sering saya datangi setiap minggu saat saya dikampung halaman, di mushala yang kecil yaitu Mushala At-Taqwa, ada pak Haji Andar Z, yang selalu memberikan ilmu agamanya di malam senin ba'da magrib, beliau mengatakan, dalam Al-Qur'an dinyatakan bahwa semua manusia lahir dengan keadaan yang suci dan juga dibekali dengan tiga senjata utama untuk mencari jalan kebenaran, yaitu Hati, Mata dan Telinga, ketiga senjata itulah yang menjadi pedoman kita untuk mencari kebenaran.
Ya Allah saya tidak tahu apa yang sedang dalam pikiran saya, seakan banyak sekali yang saya pikirkan, dan dengan banyak pikiran itu membuat saya kehabisan waktu untuk memikirkannya,
Jalan mana yang harus saya tempuh ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar