Rabu, 21 Mei 2014

Rencana Masa Depan !!!

Masa Depan !

Tidak ada kata terlambat untuk merencanakan sebuah masa depan.
Better Late Than Never.

1 tahun Mendatang.

Seharusnya saya lulus pada tahun ini, akan tetapi saya telah memilih ambil cuti pada semester 6, hingga saya harus kuliah hingga semester 10.

Jadi rencana saya untuk 1 tahun mendatang adalah.

Kerja ... !

Harus ada Pemasukan nih ...
Malu banget tangan ada dibawah mulu, saya mau tangan diatas, terutama untuk orang tua, Mamah dan Bapak.

6 Semester saya akan mengalami masa pengangguran, dimasa-masa itu saya mau mengisi dengan mencari pekerjaan yang cocok untuk saya. untuk minat saya adalah programming dan teaching. Untuk profesinya saya lebih memilih bagian yang tidak jauh dengan jurusan saat saya kuliah. Mau nya sih jadi guru, karena saat saya memberikan materi saya begitu semangat untuk itu, akan tetapi berbanding terbalik jika saya yang disuruh untuk belajar.

Tapi saya harus kerja dimasa itu untuk 6 semester.

6 Semester selanjutnya saya harus masuk perkuliahan lagi, yaitu untuk mengejar Mata Kuliah yang saya cutikan saat saya semester 6, posisi saya saat itu adalah mahasiswa pada semester 10, wah sedikit malu juga nih. tapi saya mau memupuk semangat saya untuk ini, saya mau lebih giat lagi untuk belajar. terlebih untuk kelulusan saya dapatkan gelar S1 yang membutuhkan waktu 5 Tahun.
hampir jadi mahasiswa abadi nih.

Selama satu tahun itu saya juga ingin mempersiapkan untuk masuk perkuliah lagi, yaitu untuk dapatkan gelar S2, jadi target saya setelah 1 tahun adalah saya bisa kuliah untuk S2, dan tentu saja dengan biaya sendiri. untuk program S2nya saya targetkan untuk bisa masuk kedalam kelas Fast Track. mudah-mudahan saya bisa masuk kedalah kelas ini. Amin.

Satu tahun berlalu dan umur saya bertambah menjadi angka 23 tahun.

2 Tahun mendatang ...

Saat ini saya pasti akan terfokus lagi dengan kuliah S2, Kerja dan juga Mengajar, saya mau selama 1 tahun itu saya bisa memfokuskan diri pada ketiga hal tersebut. terbayang kehidupan saya untuk saat itu sungguh sangat-sangat ... SANTAI . saya tidak mau ada kata sibuk dalam kamus saya. hehe

Pokoknya saya mau dapatkan gelar S2 itu dalam waktu 1 tahun.

Ada satu hal yang terlupakan untuk masa 2 tahun mendatang ini, pada tahun ini saya ingin menargetkan mempunyai Istri, iya saya mau target pada tahun ini adalah saya menikah dengan seorang wanita idaman saya. Siapa nih ? pasti Allah Swt tahu jawabannya. saya hanya bisa memantaskan diri saya untuk bisa mendapatkan yang pantas untuk saya. "Laki-Laki yang baik adalah untuk Perempuan-perempuan yang baik pula." Jodoh tidak akan kemana.

3 Tahun mendatang ...

Untuk tahun ketiga saat saya menulis tulisan ini, saat saya sudah dapatkan Gelar S2 saya mau langsung lanjutkan pendidikan saya ke tahap Doktor. untuk lamanya menjadi Doktor ini akan memakan waktu sekitar 3 tahun. pemikiran saya saat mengenyam pendidikan doktor tentu akan sangat berbeda. tapi saya mau dapatkan hal tersebut.

6 Tahun mendatang ...

Untuk tahun ke enam ini, saya targetkan sudah mendapatkan gelar doktor. Amin.

Impian saya akan saya ukir saat ini hingga nanti saya berada dalam liang lahat.

Pertanyaannya adalah ...

Untuk apa gelar tinggi ?
- Setelah Saya mengalami masa-masa kuliah yang cukup membosankan, saya membuat masa-masa kuliah itu menjadi hal yang menyenangkan. dengan pencapaian gelar yang tinggi menandakan pemikiran saya yang tinggi pula, untuk itu dengan pemikiran yang tinggi saya ingin membuat sesuatu yang berbeda dan tentunya memiliki manfaat untuk kepentingan Masyarakat pada umumnya.

Itu adalah impian-impian dalam bidang pendidikan, tapi tentu saya harus mengingat, semakin tinggi ilmu yang saya miliki, harus berbanding lurus dengan banyaknya kewajiban saya untuk memperluas ilmu tersebut. tanggung jawab di akhirat kelak mengenai ilmu yang bermanfaat tentu sangat besar.

Adapun hal yang tidak boleh dilupakan adalah untuk menyenangkan orang tua, yup Orang tua saya Mamah dan Bapak yang selama ini memberikan biaya yang begitu besar untuk saya mengenyam pendidikan hingga setinggi ini. saya mau membahagiakan mereka berdua terutama dan juga dengan adik adik saya Riki dan Rima. Saya mau berlima bisa naik haji Bersama ke Mekkah. Amin.

Impian saya tidak boleh hanya sebatas ini, harus membesar dan lebih besar lagi. saya tidak mau impian saya hanya terbatas dengan tulisan yang ada disini, tapi saya mau lebih banyak dan banyak lagi.

Hal yang tentu tidak kalah penting, semua itu adalah atas kehendak Allah Swt. saya mau juga iman saya berbanding lurus dengan Ilmu dan Harta yang saya miliki, saya mau semuanya Ada. Amin.


Saya adalah anak yang jahat ...

Sungguh ironi mengenai diri saya. saya seperti memiliki dua sisi pribadi yang berbeda.
Terkadang saya sangat jahat dan terkadang baik. apakah itu untuk sebuah imbangan antara yang jahat dengan yang baik.

Saya bertipe orang yang introvert atau apalah itu sebutannya. ya untuk lebih jelasnya lagi bahwa saya termasuk orang yang sangat anti untuk bersosialisasi, sungguh itu adalah nilai negatif yang ingin saya hilangkan, terlebih lagi saya juga adalah orang yang sangat sangat egois, ya sangat egois, begitu egoisnya saya membiarkan  orang tua saya sengsara begitu pula dengan adik-adik saya.

Sengsaranya orang tua saya adalah, mereka harus terus membiayai hidup saya hingga sekarang saya berumur 22 tahun, jika dihitung untuk perminggu orang tua saya mengirimkan uang untuk saya makan dan lain-lain adalah sebesar Rp. 250.000,- lalu jika sebulan maka jadi Rp. 1.000.000,- lalu setelah 4 tahun lamanya saya ada disini saya sudah menghabiskan uang orang tua saya sebesar Rp. 48 JUTA.

Wow, baru kali ini saya menghitung biaya yang dikeluarkan oleh orang tua saya hingga saat ini. uang itu sungguh sangat banyak, terlebih lagi hanya untuk kepentingan makan saya saja, belum lagi saya dibelikan sebuah laptop yang senilai Rp. 8.500.000,- merupakan laptop yang sudah canggih dimasanya saat itu, lalu dibelikan sebuah kendaraan motor Rp. 8.000.000,- wow sudah melebihi 50 juta lebih saya memeras uang dari orang tua saya.

Sungguh saya telah mengsensarakan orang tua dengan begitu banyaknya biaya yang harus mereka keluarkan untuk biaya hidup anaknya yang begitu pemalas ini.

Mamah, bapak, maafkan anakmu ini yang begitu Malasnya untuk mencari pekerjaan. dan begitu malasnya anakmu ini untuk belajar hingga saat ini anakmu harus menambah waktu kuliahnya selama 1 tahun, jadi untuk apa saya saat ini. ?

Maaf kan anakmu

Untuk Apa Hidup ?

Saya berpikir "Untuk apa saya Hidup ?"

Ada sebuah kalimat, yang saya lupa dari mana asalnya, tapi kalimat itu sungguh mempunyai makna yang cukup dalam. kalimat itu :

"Keturunan-mu adalah sebuah bukti nyata bahwa kamu sudah hidup di dunia ini"

Sedikit mengoyak hati saya yang begitu egois dengan kehidupan yang fana ini, bisa dibilang hingga saat ini saya tidak terbesit sedikit pemikiran bagaimana nasib keturunan saya kelak nanti jika saat ini saya masih seperti ini.

Ya saya masih ternoda dengan dosa-dosa yang begitu banyak, dosa-dosa yang sudah menggunung tinggi entah apakah saya bisa untuk menggantinya dengan pahala-pahala yang saya kerjakan saat ini.

Dalam dunia islam, garis keturunan menjadi hal yang sangat diperhatikan, terlebih untuk melanjutkan garis keturunan yang akan datang, saya tidak terlalu paham mengenai hadist ataupun al-Quran, akan tetapi saya pernah membaca ataupun mendengar dari ceramah, bahwa sifat dan tingkah laku kita akan menjadi patokan sifat dan tingkah laku keturunan nanti kelak.

Sungguh ironi dengan kehidupan saya yang sekarang. Jatuh bangun mencari jati diri yang tidak jelas arahnya. apakah yang harus saya lakukan untuk saat ini.

Saya ingin mempunyai keturunan yang baik

Ya anak, cucu hingga seterusnya, mereka adalah masa depan saya, mereka adalah bukti bahwa saya pernah hidup didunia ini.

Begitu pula dengan ayah ibu, kakek nenek, uyut dan sebagainya, mereka sudah membuktikan keberadaan mereka dengan adanya saya didunia ini.

Tapi apakah saya didunia ini hanya untuk sekilas mampir lalu pergi tanpa meninggalkan bekas apapun, apakah saya hanyalah hembusan angin yang hanya lewat begitu saja.

Saya mau berubah.

Jumat, 17 Januari 2014

Kekuatan Apa Ini ?

Sungguh terkejut diri saya ketika saya bangun jam 1.47 pagi, ya Pagi. lalu saya lebih terkejut lagi karena diri saya tidak merasakan kantuk lagi dan badan saya terasa lebih bugar lagi, alhasil saya langsung inisiatif untuk shalat tahajud pada malam ini.

Sudah lama sekali saya tidak merasakan perasaan ini, sungguh bahagia dirasakan dalam lubuk hati saya yang paling dalam. padahal jika saya ingat kembali aktifitas saya pada siang sebelumnya relatif berat, yaitu saya mencuci baju 2x, jalan kaki menuju mesjid saat kondisi hujan dan diterpa banjir dijalan, dan beli makan keluar lumayan lama. mungkin jika dipikir hal tersebut tidak ada apa-apanya, tapi menurut saya itu sedikit melelahkan.

Kembali lagi ke topik, jadi kekuatan apa yang sekarang ada pada diri saya ?, jika saya pikir lagi, seharian ini saya punya inisiatif untuk tidak lepas dari air wudhu, jadi jika saya batal wudhu, maka saya segera mengambil air wudhu lagi, air wudhu itu pun membuat badan saya kembali segar bugar. Lalu ada kegiatan yang saya tambahkan yaitu mendengarkan lantunan ayat suci Alquran saat saya otak-atik di depan laptop saya ini, kegiatan yang tidak biasa saya lakukan, tetapi dengan mendengarkan lantunan ayat Alquran entah kenapa hati saya terasa damai, hingga saat saya menulis tulisan ini, saya pun sedang mendengarkan lantunan ayat suci Alquran secara streaming di Youtube dan sekarang sedang dilantunkan ayat pada surat Al-Imran. hingga saya tertidur saat membaca buku kuliah seraya mendengarkan lantunan ayat suci Alquran.

Jadi ? apakah ini yang dikatakan rindu pada hati kecil saya, saya rindu dengan Alquran, kitab yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi dan Rasul terakhir didunia ini yakni baginda Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril, kitab Alquran yang Allah sendiri lah yang akan menjaga otentik dari isinya. Ya ! nampaknya saya rindu dengan lantunan ayat suci Alquran, walaupun hingga saat ini saya belum bisa mengerti isi dari Alquran itu sendiri, tapi saya ingin memasukkannya kedalam "daftar keinginan saya", sehingga mungkin hati saya dan bahkan air mata saya akan meneteskan air mata ketika mengetahui apa maksud dari ayat Alquran yang sedang dibaca.
"Saat ini saya hanya mendengarkan ayat Alquran dilantunkan dan itu membuat hati tentram"

Kekuatan apa yang sebenarnya ada dibalik ini semua, Ya Allah terima kasih telah memberikan kesempatan-Mu kepada saya untuk bisa merasakan perasaan ini, bahagia, damai dalam hati.

"La Tahzanu" sedikit saya mendengarkan bacaan itu dan saya tahu artinya yakni "Janganlah Menangis", semakin membuat saya ingin segera mengerti makna dari bacaan Alquran.

Ya Allah, berikan hamba kekuatan untuk istiqamah merasakan perasaan ini.
Amin

Daftar Keinginan Saya !

1. Menjadi anak yang shaleh dan berbakti kepada orang tua
Ini adalah impian saya yang pertama, saya berpikir jika saya adalah anak yang shaleh dan berbakti, itu bisa membuat kedua orang tua saya senang, dan rasa senang dari perasaan orang tua adalah rasa senang yang amat tinggi bagi saya sebagai anaknya, Ayo Rian jadi anak yang shaleh dan berbakti !
2. Menciptakan sesuatu
Untuk deskripsi yang pasti dengan pikiran dan tenaga saya, saya ingin membuat sesuatu perubahan untuk lingkungan saya, dan tentu saja perubahan yang lebih baik.
3. Memahami makna dari Alquran dan mengamalkannya
Saya pernah merasakan perasaan bahagia karena Alquran, saya harap bisa mengerti isi kandungan dari Alquran
Yang lainnya nyusul jika sudah kepikiran,

Apakah Ada Hari Sial ?

Ha, saya sedikit ingin menceritakan kejadian 10 menit yang lalu, dimana saat saya sedang melihat adik saya bermain game online Point Blank Indonesia, lalu tidak sengaja dengkul kaki kiri saya menekan kaca hp adik saya yang ada dibawah, alhasil pecahlah kaca itu, sejenak suasana menjadi hening dan rasa bersalah saya karena telah memecahkan hp nya pun muncul, dan adik saya pun sejenak langsung mengambil hp itu dan mencek apakah hp itu masih bisa digunakan. untung hp itu masih bisa berfungsi dengan baik, akan tetapi ya pecah kaca depan hp itu.

Entah apa yang terjadi jika hp itu tidak bisa digunakan lagi ?

rasa bersalah ku ada, Maaf ki, hp nya rusak, kaka belum bisa gantiin, tapi nanti kaka ganti dengan yang lebih bagus.

Kamis, 16 Januari 2014

Menatapi Hari Akhir Dari Sekarang !

Sudah 2 minggu lamanya hujan turun di Bekasi dari pagi-siang-sore-malam dan berlanjut lagi ke pagi, hujan adalah suatu berkah tersendiri yang diberikan oleh Allah untuk makhluknya, mungkin saja tanaman-tanaman yang ada ditaman kita tidak dpernah di siram, maka oleh Allah lah disiram tanaman itu dengan guyuran hujan.

Hari ini adalah hari Jumat, yang merupakan raja nya Hari menurut Islam, untuk sejarahnya saya belum tahu pasti kenapa disebut sebagai rajanya Hari, tapi yang pasti Hari Jumat ada satu kegiatan wajib bagi kaum Adam untuk shalat Jum'at berjamaah di Mesjid, jika dipikir secara logika, kenapa harus ada shalat Jum'at dan apa asal-usulnya saya belum punya ilmunya, tapi menurut saya Allah mengajarkan kita untuk setidaknya instropeksi diri setiap minggu, yaitu dalam hari Jum'at.

Dikarenakan hujan yang tak kunjung berhenti mengguyur tempat saya sekarang berada, membuat mesjid yang saya datangi untuk shalat Jum'at berjamaah pun menjadi sepi, terlebih dengan kondisi mesjid yang sedang dalam tahap renovasi dan hanya sebagian mesjid saja yang dapat digunakan sebagai tempat ibadah dan juga kondisi jalan menuju mesjid yang banjir disana mungkin sedikit menghalangi kenginan para jamaah untuk bisa hadir shalat Jum'at ini.

Ilmu agama saya masih sangat rendah, tapi ada dalam hati kecil saya untuk bisa menggali lagi mengenai ilmu agama, coretan kecil ini hanya lah sedikit pemikiran saya, yang mau saya tuangkan kedalam sebuah tulisan. Ya ! pikiran saya yang selalu memikirkan hal-hal yang ingin diperbuat, akan tetapi sayang, anggota badan saya tidak dapat digerakkan untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh sang otak ini.

Tulisan saya tidak akan ada akhirnya, dan mungkin tidak akan ada jalur nya, selalu acak dalam setiap penulisan, karena sekali lagi yang saya tulis ini hanyalah apa yang sedang dalam pikiran saya. 

Sedikit mengutip apa yang dikatakan oleh khatib dalam shalat Jum'at yang saya datangi, beliau ustadz "saya lupa namanya" mengatakan bahwa jalan hidup manusia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu
1. lahir dengan iman dan mati dengan iman
2. lahir dengan iman tapi mati dengan kafir
3. lahir dengan kafir dan mati dengan kafir
4. lahir dengan kafir dan mati dengan iman

itulah yang dikatakan oleh khatib, dan beliau memberikan peringatan, apakah yang lahir dengan iman "yang beragama Islam" bisa mempertahankan imannya hingga akhir hayatnya ? 

itu menjadi pikiran saya saat ini, 

Untuk saat ini, saya lahir dengan keadaan iman, karena kedua orang tua saya adalah Muslim, begitu pula dengan keluarga besar saya semuanya adalah muslim, tetapi perjalanan hidup saya masih dalam ambang iman dan kafir.

Tetapi sedikit celotehan dalam pikiran saya, Apakah yang dimaksud dengan Iman dan Kafir itu, apakah itu nama lain dari Baik dan Jahat, dan apakah itu bisa dikatakan oleh pendapat orang-orang, siapa yang bisa menilai kita sebagai orang yang beriman atau kafir ?, ya hati kecil saya masih mengatakan bahwa hanya Allah SWT lah yang bisa memberikan pendapat itu, saya istigfar ya Allah atas pemikiran saya ini, tapi mungkin ini yang harus saya cari tahu sebelum mengakhiri hidup saya dengan iman atau kafir.

Kembali ke pemikiran saya saat mendengarkan ceramah dari khatib Jum'at, saya sedikit memikirkan bagaimana tentang nasib orang lain, Ya ! nasib orang yang terlahir dan hidup dalam lingkungan kafir ? apakah yang menjadi cerita dalam hidup ini, apakah mereka bisa keluar dari kekafiran menuju keimanan ?

Saya teringat dengan ceramah yang sering saya datangi setiap minggu saat saya dikampung halaman, di mushala yang kecil yaitu Mushala At-Taqwa, ada pak Haji Andar Z, yang selalu memberikan ilmu agamanya di malam senin ba'da magrib, beliau mengatakan, dalam Al-Qur'an dinyatakan bahwa semua manusia lahir dengan keadaan yang suci dan juga dibekali dengan tiga senjata utama untuk mencari jalan kebenaran, yaitu Hati, Mata dan Telinga, ketiga senjata itulah yang menjadi pedoman kita untuk mencari kebenaran.

Ya Allah saya tidak tahu apa yang sedang dalam pikiran saya, seakan banyak sekali yang saya pikirkan, dan dengan banyak pikiran itu membuat saya kehabisan waktu untuk memikirkannya, 

Jalan mana yang harus saya tempuh ?

Mencari Arah Perjalan Hidup di Dunia

Sudah 2 bulan lamanya sifat malas ada dalam pikiran, perkataan dan perbuatan saya, sedikit sekali terpikirkan untuk bisa berubah dan mengubah semua hal-hal malas yang ada. Ya ! sudah terlalu lama saya tertidur dan terlelap dengan mimpi-mimpi yang ada selama ini. Saya harus bisa merubah semua ini.

Tujuan Hidup Saya Apa ?
Selama saya terlelap dalam tidur yang panjang, hal yang saya kerjakan adalah tidur, main game online, nonton dorama, nonton anime dan berbagai kegiatan yang jika dipikirkan kembali adalah yang sia-sia. Dari film-film yang saya tonton ada yang menceritakan mengenai seseorang yang memiliki keingintahuan yang sangat besar (anime Hyouka) lalu ada lagi anime yang jalan ceritanya adalah menggapai impian dengan usaha yang gigih dan pantang menyerah (anime Sakurasou no Pet na Kanojo), sebenarnya dari kedua anime tersebut harus sudah bisa menyadarka saya dari sifat malas saya ini. Orang bilang raihlah cita-cita mu, tapi saat ini cita-cita apa yang harus saya gapai ? cita-cita apa yang ingin saya raih untuk masa depan ? bahkan orang tua saya pun sempat bertanya tentang masa depan saya, "nanti mau cita-cita kerja dimana ?" nah loh !

pikiran saya sekarang ini sudah bercampur dengan berbagai macam hal, mulai dari pikiran negatif, maksiat, lalu sempat berpikir tentang lingkuangan sekitar dimana orang-orang dijalan hanya akan respon dengan orang-orang yang dia kenal saja, coba saja lihat jika dia berpapasan dengan orang yang tidak dia kenal, hanya cuek saja. Mungkin pemikiran saya bisa dibilang aneh, tapi nyatanya kita tidak lepas dari yang namanya lingkungan sekitar.

Jangan hiraukan tulisan ini yang tidak tentu arah nya, karena tulisan ini adalah tulisan yang ingin saya curahkan, dan juga menjadi tulisan sendiri untuk diri saya pribadi. kembali lagi ke masa depan ! haha saya tidak bisa menuliskan hal apa yang saya inginkan untuk masa depan.

Hei Kamu ! yang sedang menulis tulisan ini, mau sampai kapan kamu terus seperti ini, menghabiskan waktu dengan sia-sia, menambah amal buruk yang nantinya pasti akan ada balasanya, meninggalkan kewajiban untuk shalat lima waktu, apa kamu mau disebut sebagai orang kafir ?, apa kamu mau menjadi penghuni neraka yang setiap hari akan selalu disiksa dan disiksa.

muncul lagi pemikiran yang mungkin terlalu kontroversi bagi saya, Jika saya mati nanti, saya akan dikubur, dan saat dikubur saya akan didatangi oleh dua malaikat yang nanti nya akan menanyakan mengenai ...
"saya lupa", tapi pada intinya diakhirat nanti hanya ada dua pintu yang tersedia, yaitu pintu untuk penghuni surga dan pintu untuk penghini neraka.

Surga adalah untuk orang yang baik, dan neraka untuk orang yang jahat. itulah gambaran secara kasat mata yang bisa saya tuliskan disini. akan tetapi kriteria apa yang bisa disebut sebagai orang baik, dan kriteria apa yang bisa disebut sebagai orang yang jahat ?.

Hanya Allah lah yang tahu, alhamdulilah saya masih bisa mengingat Allah SWT, saat saya tuliskan baris paragraf ini, mata saya sedikit melinangkan air mata, saya rindu dengan kasih Allah, saya rindu dengan teguran-teguran dari Allah, dan saya rindu dengan jalan yang di ridhai oleh Allah SWT, umur saya semakin berkurang dan bekal saya sampai saat ini mungkin hanya sampai saya menghirup nafas yang terakhir atau bahkan amalan-amalan baik yang sebelumnya saya perbuat terbakar oleh amalan-amalan buruk yang jumlahnya lebih banyak.

Saya mau merubah sifat malas saya, saya mau mata saya terbuka dengan kenyataan dimana sekarang saya berada di alam dunia, dimana setiap penceramah selalu mengatakan dunia adalah ladang kita untuk membuat bekal di alam kubur dan alam akhirat.

Ilmu saya masih sangat jauh dibandingkan dengan umur saya, dan penceramah pun mengatakan bahwa "Jika pun Allah menjadikan semua batang pohon didunia ini sebagai alat tulis dan hamparan laut luas menjadi tintanya, hal itu tidak belumlah cukup untuk menuliskan semua ilmu yang dimiliki oleh Allah SWT"

Ya Allah saya Tidak Mau Malas Lagi !
Amin.