Rabu, 21 Mei 2014

Untuk Apa Hidup ?

Saya berpikir "Untuk apa saya Hidup ?"

Ada sebuah kalimat, yang saya lupa dari mana asalnya, tapi kalimat itu sungguh mempunyai makna yang cukup dalam. kalimat itu :

"Keturunan-mu adalah sebuah bukti nyata bahwa kamu sudah hidup di dunia ini"

Sedikit mengoyak hati saya yang begitu egois dengan kehidupan yang fana ini, bisa dibilang hingga saat ini saya tidak terbesit sedikit pemikiran bagaimana nasib keturunan saya kelak nanti jika saat ini saya masih seperti ini.

Ya saya masih ternoda dengan dosa-dosa yang begitu banyak, dosa-dosa yang sudah menggunung tinggi entah apakah saya bisa untuk menggantinya dengan pahala-pahala yang saya kerjakan saat ini.

Dalam dunia islam, garis keturunan menjadi hal yang sangat diperhatikan, terlebih untuk melanjutkan garis keturunan yang akan datang, saya tidak terlalu paham mengenai hadist ataupun al-Quran, akan tetapi saya pernah membaca ataupun mendengar dari ceramah, bahwa sifat dan tingkah laku kita akan menjadi patokan sifat dan tingkah laku keturunan nanti kelak.

Sungguh ironi dengan kehidupan saya yang sekarang. Jatuh bangun mencari jati diri yang tidak jelas arahnya. apakah yang harus saya lakukan untuk saat ini.

Saya ingin mempunyai keturunan yang baik

Ya anak, cucu hingga seterusnya, mereka adalah masa depan saya, mereka adalah bukti bahwa saya pernah hidup didunia ini.

Begitu pula dengan ayah ibu, kakek nenek, uyut dan sebagainya, mereka sudah membuktikan keberadaan mereka dengan adanya saya didunia ini.

Tapi apakah saya didunia ini hanya untuk sekilas mampir lalu pergi tanpa meninggalkan bekas apapun, apakah saya hanyalah hembusan angin yang hanya lewat begitu saja.

Saya mau berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar